Haramnya Demokrasi Tidak Langsung
Demokrasi hari ini kerap dipuja sebagai puncak dari sebuah peradaban politik modern. Namun ketika demokrasi itu sendiri menjauhi rakyat, pertanyaan mendasarnya bukan lagi soal teknis ketatanegaraan, akan tetapi soal keadilan dan keberpihakan. Di titik inilah wacana demokrasi tidak langsung yang kembali mencuat di Indonesia patut untuk dibaca kembali secara kritis. Dalam perspektif teologi islam, demokrasi bukanlah sebuah doktri sakral. Ali syari’ati pernah mengingatkan kita semua bahwa setiap sistem yang termasuk demokrasi harus diuji dampaknya terhadap kaum tertindas. Baginya, akhirnya agama kehilangan makna ketika berhenti menjadi alat pembebasan dan justru akan berubah menjadi legitimasi status quo. Demokrasi tidak langsung yang ramai di perbincangkan, dalam konteks relasi kuasa Indonesia hari ini, berisiko menjadi sebuah mekanisme pemindahan kedaulatan dari rakyat ke elite politik dan ekonomi. Yang akhirnya rakyat tidak lagi hadir sebagai subjek pengambil keputusan, tetapi direduks...